Guru Aini

Prekuel Novel Orang-orang biasa ~ Andrea Hirata

Setelah Laskar Pelangi The Series, dan Cinta di dalam gelas, baru ini baca bukunya Andrea Hirata lagi. Baru datang dan baru dibuka packing nya, belum sempet dibaca. Sampul bukunya warna hijau kekuningan, dengan tulisan Guru Aini yang gak pake font standar. Ada juga foto sepasang sepatu butuh tapi adidas yang tergantung talinya di huruf A “i” ni. terus ada quote dari-Firza Aulia-Scholarship Awardee (penerima beasiswa). Diterbitkan oleh Penerbit Bentang. BTW buku inimjuga tersedia di amazone.com.

Desi terpana, “Ai, mengapa aku tak pernah berfikir kesana? Berarti aku memang dilahirkan untuk menjadi guru matematika, Desi, Desi Mal, Bu Desi kalau begitu!” Sorak Desi Bangga.

Sebuah kutipan dari halaman 17, percakapan antara Desi Istiqomah dengan ayah nya, yang menyarankan di panggil dengan Bu Desi saja, seperti kependekan dari desimal, kata ayahnya. hahahahaha ono-ono wae bapake Desi iki

Sequence berikutnya adalah perjuangan Aini menuju Tanjong Hampar tempat nya ditugaskan. Tak ditunjukkan di kota mana Guru Desi berasal, mungkin Palembang karena menyusuri sungai Musi melewati P. Bangka hingga ke pelabuhan Tanjong Hampar. Tujuannya adalah Desa Ketumbi tempatnya nanti mengajar. Dilihat di wikipedia tidak ketemu Tanjung Hampar tetapi yang ada Batu Hampar. Batu Hampar merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau.

Aini panggilan dari Nuraini binti Syafrudin adalah muridnya yang nilai matematikanya selalu berupa bilangan biner, yang hidup dalam kemiskinan dan ayahnya yang sakit parah tak ada obat dan dokter bisa memberitahu nya sakit apa. Ainipun bercita-cita mau jadi dokter untuk menyembuhkan kan ayahnya dan namanya pun berubah dari Nuraini binti Syafrudin menjadi Aini Cita-cita Dokter dan itu ditulis nya di sepeda bututnya. Terkenalah ia dengan nama baru itu.

Guru Desi adalah panggilan dari Desi Istiqomah seorang Guru Matematika yang baru saja lulus dan ditempatkan di pelosok disebuah Desa yang bernama Ketumbi di SMA Negeri. Guru Desi seorang cantik, tinggi, punya bekas luka 3 jahitan di dahinya, dan tangan bengkok karena patah. Otak yang cemerlang, dan selalu bersepatu putih dengan garis merah disisinya. Bersumpah dia tak kan mengganti sepatu pemberian ayahnya itu dengan yang lain selama belum bisa mendidik seorang murid yang bisa menguasai matematika dan melihat keindahan matematika.

Aini dan matematika selalu tak bersapa sejak aini SD hingga bertemu dengan Bu Desi. Bu Guru Desi adalah mak comblang mereka berdua. Nilai bilangan biner aini untuk matematika menjadi saksi permusuhan yanh sangat dari keduanya. Bu guru Desi pun hampir menyerah sampai ketika buku Principles of Calculus menjadi bahan pembuka. Percakapan aini dan matatika

Tercabik emosi saat membacanya bukan sedih tetapi bangga, haru, gembira bercampur…

Terimakasih mas, Andrea sudah menulis ini….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *