Ngopi Pagi

Inikah pagi

Inikah pagi….yang kuharapkan? Atau hanya ilusi pagi tak berjarak. Berserak niat tak tentu mana hanya sesuatu yang teringinkan. Rasa yang taklagi berbentuk hanya sebuah asa dari jiwa yang rusak. Jiwaku rusak terbengkalai terserak di halaman penuh ilalang.

berkaca-kaca tak mampu berkata-kata hanya merasa tak ada lagi yang ingin kesebut selain asma NYA, berbisik mengadu atas apa yang telah kurusak dari jiwa yang tercipta oleh NYA. Maaf kan hamba tak mampu menjaga “ahsani taqwim” MU. Tak ada daya nerhadapan butiran pasir atas kuasa Gurun…begitulah ini. Tak ada tempat bagi bersandingnya nya jiwa ini atas jiwa yang lain. kusebut semua sifat-sifat MU berharap hanya kebaikan dan kubayangkan sebuah rupa disela-sela bulatan-bulatan kayu dijemari yang berputaran mengiringi setiap bibir menyebut sifat MU dan sesekali muncul rupa itu kembali

rapuh tak berikatan terbang menyeruak mencari yang kurindukan entah dimana bukan disitu atau disana yang telah jatuh seperti daun mengotori halaman yang hendak disapu pemilikanya menjadi humus. Tak lagi kuingat sesuatu yang pernah terlintas dalam benak tak lagi kusapa bayangan pelahap maut yang menghisap segala kegenbiraan dan kesenangan hanya kesedihan dan nelongso yang tertinggal dalam kaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *